Yen berada di dekat tertingginya dalam tahun ini terhadap dollar atas tanda-tanda pemulihan ekonomi global sedang melambat mendorong permintaan terhadap mata uang Jepang sebagai tempat berlindung.
Yen akan naik terhadap mata uang lainnya setelah pesanan barang tahan lama U.S bulan lalu tiba-tiba jatuh dan Federal Reserve mengatakan pertumbuhan ekonomi melambat di beberapa daerah. Sebuah laporan hari ini diperkirakan akan menunjukkan kepercayaan manufaktur zona euro-bulan ini tetap negatif.
Sebuah laporan menunjukkan pemesanan baru untuk barang tahan lama tiba-tiba jatuh untuk bulan keduanya dalam bulan Juni, penurunan terbesarnya sejak Agustus.
Serangkaian laporan ekonomi yang tak bersemangat baru-baru ini telah memberatkan pergerakkan greenback. Pada hari Jumat, pemerintah mengumumkan kuartal kedua GDP U.S menunjukkan pertumbuhan yang cenderung melambat ditengah mendinginnya pengeluaran konsumen dan meluasnya deficit perdagangan.
Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,5 persen kuartal terakhir setelah meluas sebesar 2,7 persen dalam tiga bulan sebelumnya, berdasarkan survei Bloomberg sebelum laporan pemerintah besok. Institute for Supply Management-Chicago Inc mengatakan barometer bisnis jatuh ke 56 pada bulan Juli dari 59,1 pada bulan Juni, berdasarkan survei terpisah sebelum data besok.
Yen diperdagangkan di 87.36 per-dollar pada pukul 9:20 a.m waktu perdagangan di Tokyo dari 87.47 pada perdagangan kemarin di New York, setelah menanjak ke 86.27 pada perdagangan 16 Juli, level terkuatnya sejak 1 Desember. Mata uang Jepang diperdagangkan di kisaran 113.47 per-euro dari 113.66. Dollar diperdagangkan sedikit berubah ke kisaran $1.2993 per-euro dari $1.2995.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

No comments yet... Be the first to leave a reply!