Home » Berita Forex » Euro dan Dollar Melambung, Efek Tests Stress Bank Eropa

Yen diperdagangkan di dekat tujuh minggu terendahnya terhadap euro karena penguatan saham dan tanda-tanda ekonomi U.S tetap bisa bertahan, meredam permintaan untuk mata uang Jepang sebagai tempat berlindung.
Yen jatuh terhadap semua mata uang lainnya setelah kemarin data U.S menunjukkan penjualan rumah baru naik lebih dari yang diharapkan. Sebuah laporan besok diperkirakan akan menunjukkan pesanan barang tahan lama U.S naik. Sterling diperdagangkan mendekati tiga bulan tertingginya terhadap dollar U.S setelah bank-bank besar di Inggris Uni Eropa lulus tes stres.
Tes tersebut bertujuan untuk membuka pintu ke pasar pembiayaan untuk sekumpulan bank Eropa selatan dan menurunkan biaya bagi kreditur lainnya. Tujuh dari 91 bank gagal tes, termasuk lima dari Spanyol, dan hampir 17 lain lulus tes Uni Eropa, yang telah banyak dikritik karena tidak memenuhi persyaratan.
Yen diperdagangkan di 113.07 per-euro pada pukul 8:01 a.m waktu perdagangan di Tokyo dari 112.89 pada perdagangan di New York kemarin, ketika sempat menyentuh 113.48, terendahnya sejak 3 Juni. Terhadap dollar, yen diperdagangkan dikisaran 87.03 per-dollar daro 86.88. Dollar diperdagangkan di $1.2992 per-euro dari $1.2994. Poundsterling diperdagangkan di $1.5487 dari $1.5490, setelah mencapai $1.5520 pada perdagangan kemarin, tertingginya sejak 15 April.
Dollar Australia menguat 0.1 persen ke kisaran $0.9010, tidak jauh dari dua setengah bulan tertingginya $0.9037 pada perdagangan Senin.
Pembelian rumah baru AS meningkat 24 persen pada Juni dari Mei, kata Departemen Perdagangan kemarin. Pesanan barang tahan lama AS naik 1 persen pada bulan Juni, menurut survei Bloomberg sebelum data departemen yang akan dikeluarkan besok.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

No comments yet... Be the first to leave a reply!